Cari Blog Ini

Laman

Rabu, 26 Oktober 2011

laporan PKF 6-

LAPORAN PRAKTIKUM
TERMODINAMIKA KIMIA
PENENTUAN BERAT MOLEKUL BERDASARKAN PENGUKURAN MASSA JENIS GAS
 









Nama Praktikan : Rizki Izza Naftalin
NIM                 : 101810301016
Kelas/No.urut  :
Fak./Jurusan    : MIPA/KIMIA
Nama Asisten  : Evi

LABORATURIUM KIMIA FISIKA
JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS JEMBER
TAHUN 2011
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Dalam suatu materi berupa gas, berat molekul suatu senyawa gas tersebut dapat ditentukan dari massa jenis yang diketahui. Hal ini terbukti dari persamaan gas ideal yang jika diturunkan dapat memenuhi perhitungan berat molekul. Seperti yang diketahui, suatu gas dapat dikatakan ideal jika berada pada keadaan tertentu, seperti tidak ada gaya tarik menarik anatar molekulnya, volume dari gas tersebut dapat diabaikan, serta tidak ada perubahan energi dalam.
Dari persamaan gas ideal yang mengandung unsur mol zat yang diketahui, dapat ditentukan berat molekulnya. Sehingga mudah bagi kita untuk menentukan berat molekul gas tersebut jika gas itu dianggap sebagai gas ideal. Dalam percobaan kali ini digunakan cairan volatil yang dipanaskan atau diuapkan dalam penangas air, sehingga terbentuk gas yang akan ditentukan rumus molekulnya. Dalam percobaan ini kita menggunakan zat volatil yaitu kloroform.
Dengan teknik atau langkah kerja yang ditentukan, akan didapat uap cairan yang akan ditentukan berat molekulnya, yang memiliki tekanan yang sama dengan tekanan atmosfer. Sehingga akan didapat berat molekul dari perhitungan persamaan gas ideal yang diekstrapolasi, sehingga didapat
BM = r/P × RT
1.2  Rumusan Masalah
1.      Apakah yang menjadi sumber kesalahan utama dalam percobaan?
2.      Tentukan rumus molekul senyawa volatil tersebut.
1.3  Tujuan Percobaan
1.      Menentukan berat molekuk senyawa volatil berdasarkan pengukuran massa jenis gas
2.      Melatih menggunakan persamaan gas ideal

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1              Material Safety Data Sheet (MSDS) Kloroform
Kloroform adalah nama umum untuk triklorometana (CHCl3). Kloroform juga memiliki nama lain metal triklorida. Kloroform dikenal karena sering digunakan sebagai bahan pembius. Wujudnya pada suhu ruang berupa cairan namun mudah menguap (volatil). Struktur molekulnya berbentuk tetrahedral. Sedangkan sifat-sifat kloroform yaitu :
·         Rumus molekul                       : CHCl3
·         Massa molar                            : 199,38 g.mol-1
·         Densitas                                  : 1,48 g.cm-3
·         Titik leleh                                : -63,5°C
·         Titik didih                               : 61,2°C
·         Kelarutan dalam air     : 0.8 g/100 ml (20 °C)
Kloroform dapat menyebabkan iritasi ringan pada kulit, mata, dan pernapasan. Kloroform juga dapat mempengaruhi system saraf tengah, system kardiovaskular, liver bahkan kanker sekalipun. Dalam konsentrasi tinggi pada obat bius dapat menyebabkan ketidaksadaran dan bahkan kematian. Karena sifatnya yang mudah menguap, maka uapnya dapat menyebabkan rasa sakit dan iritasi pada mata. Apabila pada saat melakukan percobaan terkena dampaknya maka harus segera dilakukan pertolongan pertama untuk meminimalisir dampaknya. Seperti halnya apabila terhirup maka sebaiknya menghirup udara segar dengan sesegera mungkin. Apabila sampai tertelan maka pertolongan pertama yang dapat diberikan adalah meminum air senyak mungkin, dan apabila terjadi kontak langsung pada kulit maka segera mungkin membasuh kulit dengan air sebanyak mungkin sedikitnya selama 15 menit sambil melepas pakaian dan sepatu yang tercemar. Dan basuh mata dengan air bersih sebanyak mungkin apabila terjadi kontak pada mata (Anonim, 2010).

2.2              Penentuan Berat Molekul Berdasarkan Pengukuran Massa Jenis Zat
Gas mempunyai sifat bahwa molekul-molekulnya sangat berjauhan satu-sama lain, sehingga hampir tidak ada gaya tarik menarik atau tolak menolak diantara molekul-molekulnya. Sehingga gas akan mengembang dan mengisi seluruh ruang yang ditempatinya. Untuk lebih memudahkan pemahaman terhadap sifat-sifat gas tersebut, maka dapat digambarkan gas sebagai gas ideal yang memiliki sifat-sifat :
a.       Tidak ada gaya tarik menarik diantara molekul-molekulnya
b.      Volume dari molekul-molekul gas sendiri dapat diabaikan
c.       Tidak ada perubahan energi dalam (internal energy)
(Respati, 1999:148).
            Empat sifat dasar yang menentukan tingkah laku fisis gas adalah banyaknya molekul gas, volume gas, suhu, dan tekanan. Dari nilai-nilai numeris tiga besaran yang diketahui, tentunya dapat dihitung nilai besaran keempat. Perhitungan ini bisa diselesaikan melalui persamaan matematis yang disebut persamaan keadaan (equation of state) (Petrucci, 1999:128).
            Hukum-hukum gas sederhana dapat dinyatakan sebagai berikut :
-          Hukum Boyle              :                      (n dan T konstan)

-          Hukum Charles           :   (n dan P konstan)

-          Hukum Avogadro       :  (P dan T konstan)

Secara intuisi, hal itu berarti volume gas berbanding langsung terhadap jumlah gas dan suhu, serta berbanding terbalik terhadap tekanan, yaitu:
          dan              atau     PV= nRT ................................(1)
Berdasarkan percobaan, telah didapat bahwa setiap gas memenuhi ketiga hukum gas sederhana, dan juga memenuhi persamaan (1). Gas seperti itu disebut gas ideal, dan persamaan (1) dikenal sebagai persamaan gas ideal. Gas nyata hanya dapat mendekati perilaku yang memenuhi persamaan gas (Petrucci,1999:141).
            Persamaan 1 cukup dipenuhi oleh kebanyakan gas pada temperatur dan tekanan kamar (mendekati 25° C dan 1 atm). Semua gas semakin mematuhi persamaan itu ketika tekanan berkurang. Gas yang memenuhi persamaan 1 secara tepat disebut gas sempurna atau gas ideal. Gas nyata adalah gas yang sebenarnya, seperti hidrogen, oksigen, atau udara, yang tidak memenuhi persamaan 1 dengan tepat kecuali pada batas tekanan nol (Atkins, 1999:8).
            Persamaan gas ideal bersama-sama dengan massa jenis gas dapat digunakan untuk menentukan berat molekul senyawa volatil. Dalam hal ini menyarankan konsep gas yang akan mempunyai sifat sederhana yang sama dibawah kondisi yang sama (Halliday, 1978:761).
            Pendekatan yang lebih langsung untuk menentukan bobot molekul dibandingkan metode Cannizaro adalah menggunakan persamaan gas ideal. Untuk tujuan ini diperlukan mengubah persamaan gas ideal tersebut. Jumlah mol gas, yang biasanya dinyatakan dengan n, adalah sama dengan massa gas, m, dibagi oleh massa molar (satuannya gram/mol). Jadi  . Bobot molekul secara numeris sama dengan massa molar:
.........................................(2)
Untuk menentukan bobot molekul gas dengan persamaan (2) diperlukan volume (v) yang dipunyai oleh suatu gas yang diketahui massanya (m) pada suhu (T) dan tekanan (P) tertentu. Bentuk dari persamaan gas ideal yang diperlihatkan pada persamaan (2) tidak terbatas untuk menentukan bobot molekul. Tetapi dapat digunakan dalam berbagai penggunaan lain dimana jumlah gas diberikan atau dicari dalam bentuk gram, bukan mol (Petrucci, 1999:144).
            Semua gas yang dikenal sehari-hari adalah termasuk gas sejati, sedangkan gas ideal pada kenyataannya tidak pernah ada, namun sifat-sifatnya didekati gas sejati pada tekanan yang sangat rendah. Jadi, pada tekanan yang mendekati nol, semua gas memenuhi sifat gas ideal,sehingga persamaan PV= nRT dapat diberlakukan untuk mendapatkan tekanan mendekati nol sangat sulit, maka dilakukan ekstrapolasi berdasarkan persamaan
Diperoleh                                           
Atau                                                   
Sehingga                                             ................................................(3)

Persamaan (3) berlaku untuk gas sejati pada tekanan mendekati nol, . Dengan mengetahui grafik  terhadap P berbeda-beda akan diperoleh harga   pada , sehingga harga M dapat ditentukan berdasarkan persamaan (3) (Respati,1999:150).







BAB 3. METODOLOGI PERCOBAAN
3.1 Alat dan Bahan
3.1.1 Alat
            1. Labu Erlenmeyer
            2. Gelas Piala
            3. Alumunium foil
            4. Karet gelang
            5. Neraca analitik

3.1.2 Bahan
            1. Cairan volatil (kloroform)

Labu Erlenmeyer
3.2 Skema Kerja
 
-          Dibersihkan dan dikeringkan
-          Ditutup dengan alumunium foil
-          Dikencangkan dengan karet gelang
-          Ditimbang dengan neraca
HASIL
5 ml cairan volatil
 




-          Dimasukkan dalam erlenmeyer
-          Ditutup kembali dengan alumunium foil
-          Dikencangkan dengan karet gelang hingga kedap udara
-          Ditimbang dengan neraca
-          Dibuat lubang kecil pada alumunium dengan jarum
-          Direndam erlenmeyer dalam penangas air
-          Dibiarkan sampai cairan volatil menguap
-          Dicatat suhu penangas air
-          Diangkat erlenmeyer setelah cairan menguap
-          Dikeringkan dan didinginkan
-         
HASIL
Ditimbang erlenmeyer setelah dingin

Erlenmeyer
 


-          Diisi air sampai penuh
-          Diukur suhu air
-          Ditimbang dengan neraca
-          Diukur tekanan udara dengan barometer
HASIL
 





BAB 4. HASIL PERCOBAAAN
5.1 Hasil Percobaan
TABEL PENGAMATAN
Elemen yang Diukur
I
II
III
Massa erlenmeyer, alumunium foil, karet gelang, dan cairan x (gram)
42.61
32.59
42.88
Massa erlenmeyer, alumunium foil, karet gelang (gram)
35.35
25.37
35.65
Massa Cairan X(gram)
7.26
7.22
7.23
Massa Cairan X sesudah diuapkan
0.32
0.33
0.26
Massa Erlenmeyer dan air(gram)
93.93
95.16
94.20
Massa Erlenmeyer (gram)
34.94
35.63
34.67
Massa Air(gram)
58.99
59.53
59.53
Suhu Penangas Air(Celcius)
95.30
96.50
98.20
Tekanan Atmosfer(atm)
1.00
1.00
1.00

5.2 Pembahasan
            Pada percobaan ini, yaitu menentukan berat molekul dengan mengetahui massa jenis zat (dalam percobaan ini menggunakan zat volatil,yaitu kloroform). Disebut zat volatil karena kloroform cenderung mudah menguap dalam keadaan atau temperatur ruangan. Kecenderungan suatu zat untuk menguap disebut volatilitas. Volatilitas itu sendiri ditentukan oleh tekanan uap nya. Tekanan uap bergantung pada temperature, suatu zat dikatakan volatil atau tidak biasanya berdasarkan daya tekan uap di suhu ruangan. Semakin tinggi tekanan uapnya maka semakin mudah menguap begitu juga sebaliknya. Dalam percobaan kali ini digunakan cairan kloroform yang bersifat volatil. Karena zat terlarut bersifat volatile maka uap zat terlarut ini berkontribusi terhadap total uap larutan. Uap yang terdapat didalam larutan jenis ini dibangun dari molekul zat terlarut dan molekul pelarut.
            Senyawa volatile merupakan zat terlarut yang mudah menguap. Bila suatu cairan volatil dengan titik didih kurang dari 100oC ditempatkan dalam erlenmeyer tertutup yang mempunyai lubang kecil pada bagian tutupnya, kemudian labu erlenmeyer dipanaskan sampai 100 oC, maka cairan tadi akan menguap dan mendorong udara yang labu erlenmeyer tersebut keluar melalui lubang kecil tadi. Setelah semua udara keluar akhirnya uap itu sendiri yang akan keluar, sampai uap itu akan berhenti keluar ketika sama dengan tekanan udara luar. Pada kondisi kesetimbangan ini, labu erlenmeyer hanya berisi uap cairan dengan tekanan sama dengan tekanan atmosfir, volumenya sama dengan labu erlenmeyer dan suhu sama dengan titik didih air dalam penangas air (kira-kira 100 oC). Labu erlenmeyer ini kemudian diambil dari penangas air, dinginkan dan ditimbang sehingga massa gas yang terdapat didalamnya dapat diketahui
            Definisi gas adalah suatu keadaaan zat dalam hal ini molekul-molekulnya dapat bergerak sangat bebas, dan dapat mengisi seluruh ruangan yang ditempatinya. Kondisi gas ditentukan oleh tiga faktor yaitu : tekanan, suhu dan volume. 
Pengertian gas ideal adalah keadaan gas yang dianggap sempurna, memiliki sifat tertentu sehingga dapat diterapkan pada teori kineti
k gas. Untuk memudahkan dalam memahami gas ideal, maka dapat dimisalkan gas ideal memenuhi syarat sebagai berikut : 
  1. Gas terdiri atas partikel-partikel yang disebut molekul
  2. Partikel-partikel gas tersebut berbentuk bola
  3. Partikel-partikel gas bergerak secara acak
  4. Antara partikel-partikel gas tidak ada gaya tarik menarik
  5. Tumbukan antara partikel dengan dinding tempatnya merupakan tumbukan elastic (lenting) sempurna
  6. Jarak antarpartikel sangat kecil bila disbanding dengan ukuran partikel itu sendiri, sehingga ukuran partikel dapat diabaikan
  7. Hukum-hukum newton tentang gerak, tetap berlaku.
Gas ideal merupakan hubungan antara temperatur, tekanan, dan suhu. Yang merupakan gabungan dari hukum - hukum yang ada, yaitu hukum Boyle, hukum Charles dan hukum Avogadro. Tiga hukum gas tersebut menyatakan  :
-          Hukum Boyle              :                      (n dan T konstan)

-          Hukum Charles           :   (n dan P konstan)

-          Hukum Avogadro       :  (P dan T konstan)
Jadi V sebanding dengan T dan n, dan berbanding terbalik pada P. Hubungan ini dapat digabungkan menjadi satu persamaan PV= nRT. Dengan persamaan ini akan didapat suatu persamaan P (BM) = ρ . R . T, dimana ρ adalah massa dibagi dengan volume.
            Dalam perhitungan berat molekul (BM) kloroform dapat menggunakan persamaan gas ideal yaitu dengan adanya volume air dan massa jenisnya, maka dapat dihitung massa jenis zatnya. Dengan mengetahui nilai massa jenis zat maka berat molekul juga dapat dihitung. Dalam percobaan ini massa jenis air diketahui untuk mendapatkan volum air atau volum erlenmeyer yang digunakan untuk menghitung berat molekul kloroform. Diasumsikan bahwa gas yang menguap dari cairan volatil mengisi penuh erlenmeyer yang digunakan. Sehingga dari perhitungan didapatkan berat molekul kloroform.
            Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, didapatkan BM kloroform adalah sebesar masing-masing tiap erlenmeyer yang digunakan 165.5 gram/mol ; 170 gram/mol; dan 136.7 gram/mol. Pada erlenmeyer pertama dan kedua memiliki selisih yang cukup jauh dari berat molekul kloroform yang didapat dari literatur, yaitu sebesar 120 gram/mol. Perbedaan perhitungan dengan hasil pada literatur kemungkinan dikarenakan adanya kesalahan dalam percobaan. Antara lain ketidaktepatan pengamatan pada saat cairan telah menguap semua sehingga mengakibatkan kesalahan dalam perhitungan. Jika masih ada cairan yang belum menguap dalam labu erlenmeyer, dapat mengakibatkan kesalahan perhitungan massa gas, sehingga terjadi kesalahan dalam perhitungan berat molekul.
Praktikan tidak bisa mendapatkan temperatur penangas yang pas atau tepat sesuai petunjuk praktikum. Sehingga kemungkinan cairan volatil menguap pada temperatur sekitar kurang dari 100°C. Pada temperatur tersebut massa yang di hitung adalah massa dari gas yang telah terkondensasi menjadi cair kembali. Seharusnya pengukuran massa gas senyawa volatil tersebut dilakukan pada saat suhu masih tidak berubah yaitu ± 900C, karena pada suhu tersebut gas masih belum terkondensasi artinya gas dari senyawa volatil tersebut masih dalam bentuk gas.
Efisiensi merupakan suatu ukuran ketepatan atau derajat ketepatan hasil pengukuran dengan kenyataan atau literatur yang mana nilai dari efisiensi ini dalam bentuk persen (%). Berdasarkan percobaan yang dilakukan didapatkan nilai efisiensi dari kloroform berturut-turut yaitu 105 %, 108%, dan 87 %.


BAB 5. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
1.      Penentuan berat molekul senyawa volatil dapat dilakukan dengan mengukur massa jenis senyawa dan menggunakan persamaan gas ideal.
Untuk menghitung gas ideal digunakan persamaan

Diperoleh                               
Atau                                       
Sehingga                                
2.      Berdasarkan perhitungan, didapatkan berat molekul kloroform rata-rata adalah 157.4 gram/mol. Sedangkan berdasarkan literatur didapatkan berat molekul kloroform adalah 120 gram/molekul. Efisiensi rata-rata yang didapat adalah sebesar 100%.

5.2 Saran
1.      Hendaknya lebih teliti dalam menentukan cairan volatil sudah menguap semuanya atau tidak.
2.      Lebih teliti dalam menutup cairan volatile dengan aluminium foil agar lebih rapat, supaya didapat perhitungan yang lebih tepat.

DAFTAR PUSTAKA
Atkins.1999. Kimia Fisika Jilid I. Jakarta:Erlangga
Halliday dan Resnick.1978. Fisika Dasar Jilid I. Jakarta:Erlangga
Petrucci. 1999. Kimia Dasar Jilid I. Jakarta : Erlangga
Respati. 1992. Dasar-Dasar Ilmu Kimia untuk Universitas. Yogyakarta: Rineka Cipta
Tim Penyusun. 2011. Penuntun Praktikum Termodinamika Kimia. Jember : Laboraturium Kimia Fisika Jurusan Kimia FMIPA Universitas Jember



`          








LAMPIRAN
-          PERHITUNGAN
Massa jenis air
Berat Molekul
Faktor koreksi



Minggu, 21 Agustus 2011

BERANI MEMULAI DAN MENJADI YANG PERTAMA

Wanita, selalu penuh dengan cerita di setiap kisahnya. Dalam segala aspek kehidupan, cerita tentang wanita seakan tak pernah habis untuk dikisahkan. Menariknya, kisah ini tak sedikit mengundang decak kagum. Kagum terhadap inspirasi yang dibawanya, kagum terhadap nilai-nilai kehidupan yang ditulis didalamnya. Rasa kagum ini yang mungkin bisa membawa wanita ke dalam sebuah pemikiran terhadap peranannya dalam masyarakat. Dengan pengaruh budaya, politik, dan sosial, pemikiran inilah yang mampu mewujudkan terciptanya persamaan hak antara pria dan wanita, serta munculnya emansipasi wanita.

Inspirasi yang muncul dari sebuah kisah itulah yang harus digali lebih dalam. Agar semakin banyak terwujud impian-impian wanita yang awalnya hanya sebuah ide belaka. Dengan dimotivasi oleh inspirasi , impian itu akan nyata nantinya. Memang sulit untuk memulai membangun mimpi itu. Tapi, bukankah selalu ada kesempatan untuk mewujudkannya. Hanya perlu bagi kita untuk memulai. Mulai dari sekarang, mulai dari diri sendiri, dan mulai dari hal yang kecil. Sehingga, tidak ada kata menunda, tidak ada kata terlambat, dan tidak ada kata menyerah. Pemikiran bahwa wanita adalah makhluk yang bergantung pada pria, wanita adalah makhluk yang lemah, haruslah dapat diubah. Karena keyakinan bahwa wanita bisa mewujudkan impiannya adalah modal awal yang sangat penting.

Oleh karena itu mulailah dari menjadi yang pertama dalam memperjuangkannya. Misalnya, yang pertama kali menyuarakan ketidakadilan, yang pertama sebagai kreator, yang pertama dalam menyumbangkan pemikiran demi kesejahteraan masyarakat, dan yang pertama dalam bermacam-macam hal. Dalam hal yang positif dan bermanfaat, menjadi yang pertama adalah sebuah prestasi. Dengan langkah awal yang pasti, tak sulit membuat orang lain mengikuti jejak kita. Hasilnya, akan semakin banyak impian yang terwujud dan akan turut memajukan kehidupan wanita.

Sebagai manusia, kita telah dilimpahi banyak karunia oleh-Nya. Sangat mungkin bagi kita untuk mengeksplorasi kemampuan tersebut untuk membentuk keyakinan bahwa kita bisa menjadi yang pertama memulai sesuatu. Berani adalah sikap yang sangat dibutuhkan untuk memulainya. Berani berkeyakinan, akan memudahkan kita menyusun rencana sistematis dalam mewujudkan impian menjadi nyata.

Tanpa melanggar batas-batas etika dan norma yang ada, berusahalah untuk menjadi yang pertama memulai mewujudkan impian. Karena kalau bukan kita yang memulai, apakah harus menunggu orang lain melakukannya dan mengambil kesempatan yang seharusnya adalah milik kita. Tidak. Kita akan memulai sebelum orang lain berpikiran memulainya. Inovasi yang seringkali muncul sebaiknya tidak hanya diingat, tapi lebih baik dicatat atau dituliskan, sehingga lebih mudah untuk mengembangkan rencananya. Kemampuan sistematis seperti ini juga sangat penting dilakukan dalam memulai mewujudkan suatu impian. Supaya didapat hasil yang maksimal dan sesuai dengan harapan kita.

Budaya memilih wanita sebagai alternatif sumber pemikiran atau ide-ide yang biasa disuarakan oleh pria, perlahan harus dapat dihilangkan. Dengarkan mereka, para wanita, yang mungkin memiliki pengalaman, sehingga mampu memberikan ide kreatif yang tidak kalah menarik daripada ide yang dimiliki pria. Karena terkadang, masih banyak terjadi, menomorduakan usul atau ide, hanya karena ide tersebut berasal dari pemikiran seorang wanita. Dengan keyakinan dan keberanian mengungkapkan, tidak sedikit pemikiran yang dihasilkan oleh wanita, yang telah kita lihat perwujudannya saat ini. Sehingga lebih mudah bagi kita saat ini untuk menyuarakan ide sebagai yang pertama dan mewujudkannya. Tak berlebihan jika kita, sebagai wanita, mengucapkan terima kasih kepada wanita-wanita yang berhasil menjadi yang pertama dalam menyuarakan ide dan gagasannya dan mewujudkannya menjadi nyata.

Jumat, 04 Februari 2011

nonton bola :)

Euforianya masih terasa sampai sekarang. Ketika punggawa timnas sepakbola Indonesia menerobos babak final piala AFF. Tua muda,laki-laki perempuan, terserang demam bola. Bahkan ketika pesta usai, semangat untuk memperhatikan lika-liku si kulit bundar itu tak pernah luntur. Di stadion, semakin banyak penikmat sepak bola turut memeriahkan laga. Nyanyian pembakar semangat terdengar di tiap sudut tribun. Atribut yang berhubungan dengan bola terbentang di tiap penjuru. Tak ketinggalan penjaja makanan dan minuman yang meraup untung berlipat dari ramainya antusiasme masyarakat yang menonton di stadion. Tak sedikit pedagang musiman muncul disana. Itulah sedikit gambaran yang terlihat ketika saya menyaksikan salah satu pertandingan sepak bola di kota Malang.

Kota dengan dua kekuatan sepak bola yang bermain di dua liga yang berbeda, benar-benar tak kalah fanatiknya dengan kota-kota bola di dunia. Di setiap sudut kota, nama besar klub disana dikomersilkan sebagai magnet untuk menarik pengunjung menghampiri tempat mereka. Bahkan di angkutan kota pun jargon klub sengaja dipampang. Pembicaraan masyarakatnya juga tak lepas dari masalah-masalah bola. Betapa menyenangkan bagi saya yang penikmat bola ketika berada disini. Karena semua yang saya lihat adalah sepak bola. Di mall, pasar,terminal, tempat wisata, semuanya berhubungan dengan suporter dan klubnya.

Hingga datang kesempatan untuk saya menonton secara live pertandingan sepak bola yang dihelat di stadion Gajayana, Malang. Tentu tidak saya sia-siakan kesempatan ini. Sekitar pukul 16.00 saat pertandingan sudah hampir berjalan setengah pertandingan di babak pertama, dan saya ketinggalan dua gol pembuka dari masing-masing klub yang bertanding. Saya percepat langkah dan berharap masih ada gol yang tercetak untuk saya saksikan. 15 menit terakhir laga di babak pertama tak ada gol yang dihasilkan. Memang benar, suasana stadion riuh tiap kali peluang berhasil diciptakan. Penonton di tribun-tribun serentak berdiri tiap bola tergiring menuju kotak penalti. Sayang, peluang-peluang tersebut masih gagal disempurnakan.

Mendung memayungi sejak saya berada disana. Namun perkiraan saya meleset. Karena semakin banyak penonton yang mengisi tribun-tribun yang kosong. Seperti suatu rombongan, puluhan penonton menuju sisi tribun di sekitar daerah pertahanan lawan, dan mulai berjubel memenuhinya. Karena ada yang menarik tentunya, striker tim tuan rumah yang juga striker timnas yang berlaga di piala AFF, menjadi daya tarik sendiri bagi penonton yang berada disana. Apalagi untuk penggemar perempuan seperti saya. Yang saya dengar teriakannya memanggil nama si bintang lapangan, di tengah ramainya penonton yang bersorak. Inilah euforia yang masih tersisa. Takkan pernah berhenti walau laga usai.

Di babak kedua,ketika tensi pertandingan semakin tinggi, hujan deras menjadi tantangan penggocek bola untuk menggiringnya ke gawang lawan. Karena tentu saja, kondisi lapangan yang becek akan menyulitkan mereka. Begitu juga kami yang berada di tribun. Beruntung, pengais rezeki yang menjual jas hujan, menjajakan dagangannya disekitar saya. Tak disangka, dagangan mereka laku keras dibanding yang biasa mereka jual di hari-hari biasa pertandingan. Hal itu yang tergambar jelas ketika saya membeli jas hujan untuk melindungi baju dan tas saya, para pedagang itu tersenyum lebar melihata dagangannya ludes terjual.

Di sisi lain, beberapa ibu kebingungan melindungi anak-anak mereka yang terkonsentrasi pada pertandingan agar terlindung dari hujan. Betapa saya kagum sekaligus kasian. Bagaimana tidak, membutuhkan perjuangan mengajak anak-anak untuk menonton pertandingan bola di tengah cuaca yang tak bersahabat, dan ramainya penonton di stadion. Dan ketika hujan mengguyur seperti ini, ancaman kesehatan juga pasti akan membayangi ibu-ibu itu. Begitu pikir saya saat melihat banyak orang tua yang mengajak anak-anak untuk menikmati bola. Mungkin mereka ingin mengajarkan kepada anak-anak tentang sportifitas, tentang permainan cantik, tentang dukungan fanatik penikmat bola. Dan tentunya, anak-anak akan melihatnya sebagai pelajaran. Yang ditunjukkan idolanya yang berada di lapangan, dan idolanya yang namanya tertulis di kaos jersey yang anak-anak kenakan. Sungguh indah membayangkan bagaimana anak-anak belajar untuk sportif dengan menonton pertandingan bola seperti ini. Dengan atmosfir pendukung yang kondusif, skill pemain yang tak kalah hebat dari pemain-pemain hebat dunia, serta pendampingan dari orang tua agar anak-anaknya dapat melihat sepak bola dari prespektif pembelajaran. Sehingga belajar tak melulu soal teori, tapi juga praktik nyata di lapangan.

Beruntungnya saya sore itu, gol tuan rumah tercipta di menit-menit akhir pertandingan. Sorak penonton di sela-sela rintik hujan menambah semangat untuk memenangkan pertandingan sore ini. Selebrasi fenomenal yang dilakukan si pencetak gol membuat penonton menyambut dengan antusias. Saat si bintang berlari di dekat tribun dan menyapa penggemarnya, acungan jempol, dan teriakan histeris menyambutnya. Ia semakin tampak gembira, karena berhasil mempersembahkan gol dan dielu-elukan oleh pendukung kesebelasannya. Mungkin inilah yang menjadi magnet sepak bola yang semakin digandrungi semua kalangan. Akhirnya pertandingan ditutup dengan selebrasi kemenangan dari seluruh pemain. Dengan bergandengan tangan, mereka menghadap ke arah penonton dan meluncur di atas tanah lapangan yang berlumpur. Dan disambut dengan tepuk tangan yang panjang dari penonton yang belum meninggalkan stadion.

Sabtu, 06 November 2010

alasan mengikuti kegiatan jurnalistik

dulu,waktu es de,sering banget nonton sinetron cina "Kabut Cinta"
nah,kan ada tuh pemeran cowoknya yang jadi wartawan,kepingin deh ikutan jadi wartawan.soalnya biar bisa ketemu cowok ganteng kayak dia.he..he..

pas ada perang di Iraq,terus mbak Meutia Hafidz disandera. jadi tertarik soalnya jadi wartawan itu lebih menantang kerjanya. terus bisa punya pengalaman yang lebih.

sadar kalau superman dan spiderman juga wartawan.

mengidolakan sosok Yulika Satria Daya yang juga wartawan.

dan saya memang suka meperhatikan sesuatu di sekitar saya.istilahnya life observer. jadi tertarik sekali dengan sesuatu yang menarik =.=a